CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Kamis, 11 Desember 2008

Papa mama I LOVE YOU!

Pagi ini masih sama seperti pagi – pagi sebelumnya yang dialami Kimberly. Kali ini ia terbangun lagi – lagi karena mimpi aneh yang belakangan ini mengganggu tidurnya. Kimberly sendiri tak tau apa sebenarnya maksud dari mimpi aneh itu. Dalam mimpinya ia bertemu dengan seorang lelaki jakung berjubah putih dan mengenakan topeng putih pula, memanggilnya dari kejauhan.

Diliriknya jam weker yang ada di meja sebelah tempat tidurnya, ah masih jam lima gini ngapain aku bangun pagi – pagi.. pikirnya. Lalu ia bergegas keluar kamarnya menuju ke dapur untuk mengambil segelas air putih. Dilihatnya mbok Minah juga tengah berada di dapur. ” eh.. non Kim, tumben jam segini udah bangun kan sekarang hari minggu? ” tanyanya. ” iya ni mbok tadi aku kebangun.. jadi ya sekalian aja ngambil air putih.. oiya, mbok mama pulang ga tadi malem? ” ” waduh.. nyonya sama bapak nggak pulang tu non, tadi malem saya tungguin sampai jam 12 nggak dateng – dateng ” jawab mbok Minah. ” ooh.. yaudah deh kalo gitu, kim tinggal ke kamar dulu ya mbok ” kata Kimberly sambil berlalu.

” Huh.. selalu saja, kenapa sih papa mama jarang ada di rumah! Aku selalu aja ditinggal sendiri cuman sama mbok Minah di rumah ” kata Kimberly pada dirinya sendiri. Kimberly belakangan ini memang sering berada di rumah bersama mboh Minah pembantu yang telah merawatnya semenjak ia lahir, atau sekedar jalan – jalan ke mall bersama sahabatnya_ cindy. Kurang lebih dua tahun belakangan ini Kimberly jarang sekali pergi menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya, entah apa yang sedang dihadapi orang tuanya kim pun tak tahu, karena ia jarang sekali ’berkomunikasi’ dengan kedua orang tua yang sangat disayanginya. Sampai – sampai Kim juga merahasiakan penyakit yang dideritanya selama ini kepada kedua orang tua dan sahabatnya.

Sekitar hampir 5 bulan yang lalu Kimberly pergi ke Rumah sakit untuk sekedar check up kesehatannya. Kimberly sangat shock melihat hasil test yang diterimanya. ” kamu sudah mengidap tumor otak, yang kurang lebih sudah setahun ini ada di otak kamu, dan kamu akan bertahan kurang lebih enam bulan lagi ” itu kata – kata dokternya saat itu, yang hingga kini masih terngiang di telinganya. ” Berarti hidupku tak lama lagi.. aku harus mengatakan apa kepada kedua orang tuaku kelak sebelum mereka kutinggalkan?? Haruskah aku menyimpan rahasia ini sendiri hingga maut menjemputku Tuhan?? ” kata Kimberly kepada dirinya sendiri. Lalu tanpa sadar air matanya telah membasahi kedua pipi merahnya.

Hari ini hari senin berarti Kimberly akan kembali sekolah setelah libur selama 3 hari. Kimberly duduk di meja makan mulai mengambil sepotong roti untuk sarapan paginya. ” hi sayang..” sapa mamanya. ” eh mama, kapan pulangnya? Kok Kim nggak tau? Oiya, papa mana? ” tanya Kim yang kaget melihat wanita berumur 40an tengah berdiri di sampingnya. ” tadi malem mama datengnya.. kamu udah tidur sayang mama liat kamu nyenyak banget tidurnya, jadi mama nggak tega banguninnya, tuh papamu masih tidur di kamar ” jawabnya. ” ooh.. yaudah deh ma, Kim berangkat dulu yaa.. da mama! ” ” eh eh tunggu Kim, mau mama anter? ’ ” hemh.. nggak usahlah ma, Kim bisa berangkat sendiri kok ” ”yaudah, ati – ati ya sayang..” kata mama sambil melambaikan tangannya pada Kimberly.

Di sekolah, Kimberly melihat samantha teman sebangkunya kembali diantarkan oleh kedua orang tuanya. ” ah.. andai saja papa mama mau nganterin aku prgi sekolah kayak dulu lagi.. ” kata Kim pada dirinya sendiri. Lalu ia segera membuang pikiran itu jauh – jauh dari kepalanya, hal itu hanya membuatnya tambah sakit saja. Saat bel pulang sekolahnya berbunyi, Kim bergegas segera keluar dari sekolahnya itu. ” Kim, temenin gue yuk ke mall, sekalian ke toko buku gimana? ” tanya Cindy sambil mencegah Kimberly pergi. ” aduh Cin.. gue pengen banget sih.. tapi hari ini gue ada janji sama orang.. besok aja deh yaa?? ” jawab Kim ragu – ragu, karena takut membuat sahabatnya yangsatu ini mencurigainya. ” haduh! Lo mau ke mana sih Kim ? kenapa sih akhir – akhir ini lo rada aneh? ” tanya Cindy kebingungan. ” ga gitunya Cin, itu cuman kebetulan aja.. yaudah deh gue pergi dulu, kasian ntar orang yang nunnguin gue lumutan lagi1 daaah!! ” jawab Kim sambil cepat – cepat berlalu dari hadapan Cindy. Karena penasaran apa yang sebenarnya dilakukan sahanbatnya belakangan ini, maka dari itu Cindy diam – diam membuntuti Kimberly. Setelah Kimberly sampai di rumah sakit ia langsung masuk untuk menemui dokternya. Karena curiga Cindy memutuskan untuk menunggu Kimberly di luar Rumah Sakit.

” eh Kim! Tunggu! ” teriak Cindy. ” eh.. elo Cin.. ngap, ngapain lo di sini? ” ” ngapain? Tega lo ya Kim, lo nyembunyiin sesuatu dari gue? Kenapa sih lo nggak pernah cerita ke gue? Lo ngapain ada di sini? Lo sakit Kim? ” kata – kata beruntun keluar dari mulut Cindy. ” ehm.. emh.. iya.. Cin.. ” jawab Kimberly merasa bersalah karena telah membohongi sahabatnya itu. Akhirnya Kimberly menceritakan semua tentang penyakit yang selama ini ditanggung sendiri kepada Cindy. ” ya ampun Kim.. gue salut ya sama lo, lo bisa sekuat ini ngadapin semua ini.. terus bokap nyokap lo tau kan? ” tanya Cindy setelah hampir satu jam mendengarkan curhatan Kimberly. Kimberly hanya menjawab pertanyaan Cindy dengan menggeleng. ” gue nggak tau harus ngong gimana sama mereka Cin.. ” kata Kimberly. ” ya ampun.. sabar aja deh ya Kim, ntar gue bantuin cari solusi buat lo. Sekarang tenangin dulu pikiran lo ya.. ” jawab Cindy sambil menenangkan kembali sahabatnya yang sedang bersedih.

Waktu sepulang sekolah Kimberly berencana pergi ke sebuah boutique untuk membeli baju yang kemarin dilihatnya. Kimberly ditemani oleh Cindy. Setelah puas membeli baju yang disukanya, Kim berencana langsung pulang ke rumahnya. Tiba – tiba saat menuju mobilnya Kimberly merasa pusing dan matanya berkunang – kunang, hingga Kimberly tak sadarkan diri.

” Kimberly.. bangun sayang ” suara khas mama Kim terdengar tak asing lagi di telinganya. Kimberly membuka matanya perlahan.. dilihatnya kedua orang tuanya sedang berada di samping kirinya sambil mengeluarkan air mata. Ia juga melihat ada Cindy ada di samping kanannya. ” kim.. gua udah ceritain semuanya ke orang tua lo..” jelas Cindy pada Kimberly. ” pah, mah.. maaf, maafin.. Kim_ Kimberly yaa selama ini udah ngerahasiain ini semua dari papa mama.. “ kata Kimberly kepada orang tua sembari terus menggenggam tangan mamanya dan meneteskan air mata. ” iya sayang.. papa sama mama juga minta maaf selama ini udah nelantarin kamu sampai keadaanmu jadi seperti ini..” jawab mama. ” maafin papa ya Kim.. ” kata papa lirih. Kimberly hanya tersenyum ambil menahan rasa sakit yang sudah tak kuat lagi dipendamnya. Tiba – tiba Kimberly melihat lagi sosok lelaki berjubah putih berdiri di ujung kakinya, dan mengajak Kimberly untuk ikut bersamanya. Kimberly hanya mengangguk pasrah dan kembali melempar senyum kepada kedua orang tuanya dan Cindy serta berkata.. ” papa mama, I LOVE U! ”. Lalu Kimberly tak sadarkan diri. Nyawanya telah pergi bersama lelaki itu, sedangkan papa mamanya dan Cindy kembali menangis dan mencoba menerima apa yang telah digariskan Tuhan.

0 komentar: